Lowongan Kerja Tentara Nasional Indonesia

Posisi : Pa PK TNI Khusus tenaga kesehatan,
Lokasi : Indonesia,
Pendidikan : D3, S1,
Jam Kerja : Full Time
Informasi Berlaku 14 Januari 2021 Sampai 26 Februari 2021
Alamat : Kedungwuluh, Purwokerto Barat, Banyumas, Jawa Tengah

Tentara Nasional Indonesia
Dibuka pendaftaran Pa PK TNI Khusus tenaga kesehatan 2021
Segera daftar ke Tempat pendaftaran terdekat yg telah ditentukan.

PERWIRA PRAJURIT KARIER TNI TA 2021

KHUSUS TENAGA KESEHATAN
1. Kedokteran Umum
2. Kedokteran Gigi
3. Farmasi Apoteker (Apt)
4. Keperawatan (Ners)
5. Fisioterapi
6. Teknologi Laboratorium Medik (Analis Medis)
7. Radiologi
8. Kesehatan Lingkungan
9. Perawat Gigi
10. Rekam Medis
11 T. Elektro Medis
12. Keperawatan Anestesiologi
13. Gizi

PERSYARATAN
1. Warga Negara Indonesia Pria/Wanita, bukan prajurit
TNI/Polri/PNS.
2. Beriman dan bertaqwa kepada Tuhan Yang Maha Esa.
3. Setia kepada NKRI yang berdasarkan Pancasila dan UUD 1945.
4. Sehat jasmani, rohani dan bebas Narkoba.
5. Tinggi badan minimal pria 163 cm dan wanita 157 cm.
6. Berumur setinggi-tingginya :
a. 26 tahun bagi yang berijazah D-3.
b. 30 tahun bagi yang berijazah S-1.
c. 32 tahun bagi yang berijazah S-1 Profesi.
7. Persyaratan IPK untuk jurusan/program studi dengan
Akreditasi "A":
a. 2,80 bagi yang berijazah S-1 dan S-1 profesi.
b. 2,70 bagi yang berijazah D-3.
8. Persyaratan IPK untuk jurusan/program studi dengan
Akreditasi "B":
a. 3,00 bagi yang berijazah S-1 dan S-1 profesi.
b. 2,90 bagi yang berijazah D-3.
9. Bagi jurusan Kedokteran Umum/Gigi telah berijazah S.1 Profesi dan telah lulus Uji Kompetensi Mahasiswa Program Profesi Dokter/Dokter Gigi dan melampirkan hasil Uji Kompetensinya (miminal Akreditasi Prodi "B").
10. Bagi jurusan selain Kedokteran Umum/Gigi, telah lulus
dan berijazah S-1 Profesi/S-1/D-3 dan telah lulus Uji Kompetensi Mahasiswa bidang Kesehatan dengan melampirkan Sertifikat Kompetensi atau Sertifikat
Profesi (minimal Akreditasi Prodi "B").
11. Berstatus belum pernah menikah dan sanggup tidak
menikah selama mengikuti Dikma, untuk pendaftar berprofesi Dokter Umum diperbolehkan sudah menikah namun bagi wanita yang berprofesi Dokter Umum belum mempunyai anak dan sanggup tidak mempunyai anak atau hamil selama menjalani Dikma.
12. Membawa fotocopy sertifikat akreditasi program studi
yang dikeluarkan oleh Ban PT.
13. Bersedia ditugaskan diseluruh wilayah NKRI.
14. Bagi karyawan harus mendapat persetujuan dari instansinya dan sanggup membuat pernyataan di-berhentikan dengan hormat dari pimpinan instansibyang bersangkutan bila lulus seleksi dan masuk Dikma.
15. Membawa surat bebas Covid-19 dari Rumah Sakit.
16. Menyertakan Surat Keterangan Bersih Diri (SKBD).

CARA MENDAFTAR
1. Calon mendaftar secara Online melalui internet
dengan Website:
https://rekrutmen-tni.mil.id
dan mengisi formulir pendaftaran.
Tanggal 12 Januaris.d. 26 Februari 2021

2. Daftar ulang secara fisik ke tempat pendaftaran
yang telah ditentukan dengan menunjukan cetakan formulir pendaftaran.
3. Membawa Dokumen asli berupa Surat pendaftaran, Akte kelahiran, KTP Calon, KTP orang tua/wali, Kartu Keluarga (KK), SKCK, SKBD. Ijazah & SKHUN SD, SLTP, SLTA, Rapot SLTA sederajat, Ijazah kesarjanaan atau Diploma, sertifikat Akreditasi yang dikeluarkan oleh Ban PT untuk program studi nya, Bagi Jurusan Kedokteran Umum & Gigi wajib melampirkan transkip nilal Ujian Kompetensi (UKMPPD / UKMPPDG), pas
photo hitam putih dan berwarna, pakaian kemeja ukuran 4X6 : 20 lembar, 3x4 dan 2x3 : 10 lembar.
4. Bagi yang pindah Domisili membawa surat keterangan
pindah Domisili dari Kelurahan/Kecamatan.
5. Masing-masing di fotocopy satu lembar dan dilegalisir.
6. Wajib membawa surat Bebas Covid-19.

TEMPAT PENDAFTARAN
1. NAD (Ajendam Iskandar Muda)
2. Medan (Ajendam I/Bukit Barisan)
3. Padang (Lantamal II Padang)
4. Riau (Lanud RSN Pekanbaru)
5. Tanjung Pinang (Lantamal IV Tg.Pinang)
6. Palembang (Ajendam II/Sriwijaya)
7. Bengkulu (Ajenrem 041/Garuda Mas)
8. Jambi (Ajenrem 042/ Garuda Putih)
9. Lampung (Ajenrem 043/Garuda Hitam)
10. Banten (Ajenrem 064/Maulana Yusuf)
11. Panda Jakarta (Ajendam Jaya)
12. Bandung (Ajendam III/Siliwangi)
13. Cirebon (Ajenrem 063/Sunan Gunung Jati)
14. Bogor (Ajenrem 061/Surya Kancana)
15. Semarang (Ajendam IV/Diponegoro)
16. Yogyakarta (Lanud Adi Sutjipto)
17. Solo (Ajenrem 074/Warastratama)
18. Purwokerto (Ajenrem 071/WK)
19. Surabaya (Ajenrem 084/Bhaskara Jaya)
20. Malang (Lanud Abdulrachman Saleh)
21. Madiun (Lanud Iswahyudi)
22. Balikpapan (Ajendam VI/Mulawarman)
23. Banjarmasin (Lanal Banjarmasin)
24. Pontianak (Ajendam XII/Tanjungpura)
25. Palangkaraya (Ajenrem 102/Panju Panjung)
26. Makassar (Ajendam XIV/ Hasanudin)
27. Manado (Ajendam XIII/Merdeka)
28. Palu (Lanal Palu)
29. Kendari (Lanal Kendari)
30. Maluku/Ambon (Ajendam XVI/Pattimura)
31. Ternate (Ajenrem 152/Babullah)
32. Bali (Ajendam IX/Udayana)
33. NTT (Ajenrem 161/WS)
34. NTB (Ajenrem 162/WB)
35. Jayapura (Ajendam XVII/Cendrawasih)
36. Biak (Ajenrem 173/Praja Vira Braja)
37. Manokwari (Ajendam XVIII/Kasuari)
38. Sorong (Ajenrem 171/Praja Vira Tama)
39. Merauke (Lantamal XI Merauke)